05.30.09

Diary Masa Lalu (Sebuah kisah 12 tahun yang lalu) {Episode 2}

Posted in Diary, My Short Story at 5:07 am by Wandy Eka Pranata

Episode 2

Lima tahun telah berlalu dan aku telah menjalani banyak hal dalam diary cinta kehidupan ini. Ada yang datang dan pergi, meninggalkan kenangan yang indah dan buruk. Semua hal tersebut terus mengajarkan diriku tentang bagaimana menyikapi perasaan dan bagaimana layaknya menjadi seorang pria yang tidak menonjolkan kelemahannya. Proses kehidupan memang tidaklah mudah tetapi bila dijalani dengan semangat pengharapan yang tinggi, semua pasti akan terasa begitu menyenangkan.

Suatu hari di tahun 2007, ketika aku sedang browsing friendster, seperti biasa dengan bosan melihat profile teman-teman, membaca bulletin board, mengisi testimonial/comment ke profile teman, tiba-tiba aku teringat kepadanya. Sebuah kisah di masa lalu yang pernah aku lewatkan. Kemudian aku mencoba untuk mencari namanya lewat situs pencarian google dan hasilnya nihil. Aku mencoba mencari namanya di search engine friendster, hasilnya tetap nihil. Mungkin memang dia bukan bagian dari sesuatu yang harus aku pikirkan lagi. Dan aku pun kembali melanjutkan aktivitas yang membosankan.

Tanpa aku sengaja, ketika sedang melihat profile temanku, aku terkejut. Aku melihat fotonya terpasang bersama temanku. Seketika itu aku pun langsung semangat dan kembali mencarinya. Yess…. Aku menemukannya… Pemilik mata dan senyum yang dulu pernah menceriakan hari-hariku. Aku langsung melihat foto-fotonya sambil tersenyum sendirian. Dia telah banyak berubah, semakin dewasa dan semakin cantik. Tetapi senyum manis dan tatapannya tetap seperti dulu.

Agak sedikit kecewa ketika melihat statusnya bahwa dia sudah memiliki kekasih Itu adalah hal yang wajar bagi wanita seperti dia. Sudah pasti banyak lelaki yang terpesona oleh kecantikannya. Aku tidak dapat berbuat apa-apa mengenai hal ini. Menyapanya pun tidak sanggup kulakukan. Setelah aku meng-add dia menjadi teman di jaringan friendsterku, aku tidak melakukan apa-apa lagi dan berlalulah semuanya.

Suatu hari ketika aku sedang pulang ke daerahku (Makassar) untuk berlibur, aku berjalan dengan Mama-ku di Mal Ratu Indah. Sebuah Mal yang bukan tergolong elit tetapi sangat nyaman untuk mengisi perut yang kosong ini. Tujuan kami saat itu adalah ke kedai kopi yang bernama Excelso. Ketika langkah kakiku sedang mengantarku ke sana, aku terkaget dan sangat terkejut melihat apa yang ada di hadapanku. Ya, wanita itu sedang berjalan dari kejauhan dan kami saling melihat. Oh Tuhan… Entah ini hanya imajinasiku atau bukan tetapi aku melihatnya seperti hendak tersenyum menyapaku. Saat itu seolah-olah lingkungan sekitarku menjadi sepi tanpa suara dan mataku hanya terpaku pada tatapannya. Segera aku menyadarkan diriku dengan berkedip beberapa kali dan aku sadar bahwa ketika itu dia sedang berjalan bersama seorang lelaki. Mungkin lelaki itu adalah pasangannya. Entahlah..

Aku kemudian memalingkan pandanganku ke arah Mama-ku yang ketika itu menanyakan sesuatu kepadaku. Dan ketika aku kembali berpaling padanya, dia telah berbelok arah dan langkahnya menjauh dariku. Aku menatapnya dari belakang hingga dia menghilang dari pandanganku. Hari itu adalah hari terakhir aku melihatnya. Hatiku tersenyum dalam senyap dan berkata: “Selamat tinggal Novike, kamu adalah wanita dengan keindahan yang hanya bisa kukagumi dari jauh. Andai Tuhan mengizinkan aku untuk mengenalmu lebih jauh. Andai saja…

- The End -

Cinta adalah perasaan yang mengubah bumi menjadi surga dan mengubah kehidupan menjadi mimpi yang indah…


Someone

05.22.09

Diary Masa Lalu (Sebuah kisah 12 tahun yang lalu) {Episode 1}

Posted in Diary, My Short Story at 4:39 am by Wandy Eka Pranata

Episode 1

Saat itu aku memasuki sekolah di pagi hari. Keadaan masih sepi dan hanya beberapa murid yang tiba sepagi itu. Aku masuk ke kelas dan menuju ke bangku di baris kedua dari belakang. Dia sudah ada di kelas dan sedang duduk melamun seorang diri. Aku hanya menatapnya sekilas dengan wajahku yang tetap diam kalem tetapi hatiku tersenyum dan berdebar. Ketika itu dia duduk tepat di belakangku dan hari yang kulewati selalu ceria karena aku berada di dekatnya.

Pertama kali melihatnya ketika menjadi murid baru di SMP. Dia sekelas denganku dan duduk dibaris paling belakang. Seorang gadis yang berwajah tenang, senyumnya manis lembut dan pembawaannya kalem. Dengan rambut yang panjang dan indah, dia memiliki tinggi yang sama denganku. Aku masih sangat muda dan tidak mengerti kenapa degup jantungku serasa kacau ketika menatap matanya.

Hari demi hari yang aku lewati selalu kusempatkan untuk menatapnya walaupun itu hanya semenit. Posisi pilihan bangkunya yang selalu berada di paling belakang selalu membuatku susah untuk menengok ke belakang. Apalagi saat sekolah dulu aku sering duduk di barisan paling depan. Barulah ketika aku kelas 3, aku meminta kepada wali kelas untuk memberikan tempat duduk yang berdekatan dengannya. Tentu saja tidak ada siapapun yang mengetahui maksudku ini.

Aku tidak pernah melakukan apapun untuk menarik perhatiannya karena aku sudah merasa senang ketika bisa menatap dia sekali saja. Ketika dia tersenyum, ketika dia melamun, ketika dia fokus memperhatikan guru yang sedang mengajar, matanya yang indah seolah-olah membuat waktu berhenti berjalan. Aku sangat menyukai moment itu.
Ada sebuah kejadian yang masih saya ingat jelas sampai hari ini. Waktu kami kelas 3, ketika dia duduk di belakangku. Saat itu kami sedang mengerjakan sebuah soal dari guru. Saya sedang fokus mengerjakan soal dan ketika saya selesai, saya bersandar dan sangat kaget. Saat itu dia sedang menatap ke arah buku catatanku. Jarak mataku ke matanya hanya sekitar 10cm. Oh My God…. Itu ada 2 detik terlama dalam hidupku…

Kemudian kami lulus SMP dan tetap berada dalam SMU yang sama. Aku tetap tidak mengerti apa yang aku rasakan sampai hari itu.  Ketika kami lulus dan aku pindah ke Jakarta. Aku mulai merasakan ada yang kurang dalam keseharianku. Yah.. Aku tidak dapat melihat mata itu lagi, aku tidak dapat melihat senyum itu lagi. Sejak saat itu aku mulai membiasakan diri untuk tidak memikirkannya lagi. Hingga ketika aku mengerti apa yang dinamakan Cinta. Aku mencari keberadaannya. Aku bertanya kepada teman-teman tentang keberadaannya. Nihil.. Tidak ada yang pernah melihatnya lagi. Dia pun hilang dalam penyesalanku.

To be continued…

n1406798259_155358_2705

02.02.08

Mengejar Cinta Sejati…

Posted in My Short Story at 12:25 pm by Wandy Eka Pranata

Pada suatu hari setelah melangsungkan pernikahan..

John: Kenapa kamu kelihatan seperti tidak bahagia?
Vina: (Tersenyum kecil)
John: Apa ini semua salah ya?
Vina: Tidak John.. Tidak ada yang salah..
John: Ya udah… Kamu istirahat ya..
Vina: Iya… Tersenyum dan kemudian menarik selimut untuk tidur..

John dan Vina adalah pasangan suami istri yang baru saja menikah setelah berpacaran selama 4 tahun. Mereka dijodohkan oleh orang tua mereka dan pada akirnya mereka sampai ke pernikahan. Tetapi sesungguhnya sebelum bertemu dengan suaminya, Vina memiliki kisah cinta yang masih membekas di hatinya. Pria itu adalah Aldy, seorang vokalis band. Bahkan hingga saat ini, ternyata Vina masih mencintai pria di masa lalunya itu. Bagi Vina, Aldy adalah cinta sejatinya. John mengetahui tentang kisah cinta istrinya tapi mereka telah sepakat untuk tidak membahasnya lagi sejak tahun kedua mereka berpacaran. Tiga hari setelah pernikahan..

John: Vin.. Kamu baik-baik aja? Belakangan ini kamu murung terus..
Vina: Gak apa-apa kok.. Aku cuma lagi capek aja..
John: Ada apa Vin? Apa yang salah? Kamu bersikap aneh beberapa
          hari ini..
Vina: (Menahan nangis)
John: Vina.. Aku ini suami kamu.. Kalau ada masalah, aku harap kamu
           mau cerita ke aku.. Kamu bisa percaya ama aku..
Vina: John.. (Sambil meneteskan air mata) Aldy sekarang sedang
          menjadi vokalis band di salah satu kafe di Bandung..
John: (Tersentak sangat kaget dengan kata-kata istrinya..) Haaa..??
Vina: Maafkan aku John..
John: Selama ini kamu pernah komunikasi dengan Aldy?
Vina: (Geleng-geleng kepala..)
John: Kamu masih mencintai Aldy?
Vina: (Terdiam..)
John: Kamu ingin bertemu dengan Aldy?
Vina: (Terdiam..)
John: Kamu ingin mencari Aldy?
Vina: (Mengangguk..)
John: (Sambil menghela nafas dan berpikir sejenak..)
          Oke.. Besok kita pergi ke Bandung untuk mencari Aldy..
Vina: (Kaget..) Kamu serius John?
John: Vin.. Aku ini suami kamu.. Aku akan melakukan yang terbaik
           untuk kebahagiaan kamu..
Vina: Gak usah John.. Sungguh gak usah..
John: Tidak apa-apa.. (Tersenyum..)

Keesokan harinya, mereka berangkat ke Bandung.
Ketika telah tiba di Bandung dan check in di hotel.

John: Lelah banget ya.. Luar biasa macet tadi..
Vina: Iya.. Aku pengen istirahat..
John: Oke.. Kamu tidur di kasur ya, aku di sofa aja..
Vina: (Kaget..)
John: Tidak apa-apa.. (Tersenyum..)

Setelah tiduran..

Vina: John.. Kamu kok baik banget ama aku padahal aku
          masih mencintai Aldy?
John: (Terdiam sejenak.. Terus senyum) Udah.. Kamu tidur
          aja dulu.. Kafe di Bandung itu banyak, besok kita harus
          mulai mencari satu per satu di setiap kafe..
Vina: Oke John.. (Kemudian terlelap)
John: (Berkata dalam hati..) Semua karena cinta Vin..
          Aku baik kepadamu karena aku sangat mencintaimu
          dan ingin melihat kamu bahagia.. Aku akan menolongmu
          untuk mengejar cinta sejatimu..

Keesokan harinya, seharian mereka mencari dari satu kafe ke kafe yang lain. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada satupun orang yang mengetahui vokalis bernama Aldy.

Vina: Aduh.. Aldy dimana ya..
John: Tenang Vin.. Besok kita lanjutkan, semoga besok kita
           bisa temukan Aldy
Vina: (Mulai emosi..) Gimana bisa tenang? Seharian kita mencari
          dari kafe ke kafe, tapi seperti tidak ada harapan akan ketemu
          dia..
John: Sabar ya Vin.. (Tersenyum..)

Kemudian John mengantar Vina pulang ke hotel untuk beristirahat dan dia sendiri pergi ke kafe untuk menghabiskan malam seorang diri..
Di kafe itu, John duduk di bar mabuk dan sudah menghabiskan 5 botol minuman beralkohol. Dan tiba-tiba seorang pria bernama Ronny menghampirinya.

Ronny: Sendirian aja Bung?
John: Iya.. (Sambil mengangguk)
Ronny: Gw temenin ya.. (Kemudian memesan minum juga)
John: Oke..
Ronny: Kenalin.. Nama gw Ronny..
John: John..
Ronny: Kenapa lo? Sampai mabuk gitu? Biasanya.. Orang seperti
             lo itu, kalo bukan karena masalah duit, pasti tentang cinta..
John: Ahh.. Tau aja lo.. Istri gw.. Sedang mencari mantan kekasihnya
          di kota ini..
Ronny: Lho?? Gak salah tuh? Kalian udah married khan?
John: (Tersenyum dalam mabuk..) Yang namanya cinta sejati,
          tidak ada apapun yang akan mengubahnya..
Ronny: Terus lo bantuin istri lo mencari pria itu?
John: Gw akan melakukan yang terbaik untuk orang yang gw cintai..
Ronny: Hmm.. Gw kagum ama pengorbanan lo..
Ronny: Dulu gw juga pernah punya pacar, tapi karena waktu itu
             gw pengangguran, orang tua-nya tidak merestui kami..
             Dan dia akhirnya bersama pria lain..
             Gw rela demi kebahagiaannya.. Gw pergi menjauh dari
             kehidupannya dan berjuang sampai akhirnya menjadi
             seperti sekarang..
John: Lo disini mau mabuk-mabukan juga?
Ronny: Nggak.. Gw di sini kerja.. Nge-band.. (Tertawa..)
John: Lo khan udah berhasil, kenapa tidak kembali mencari mantan
          pasangan kamu? Siapa tau saja kamu udah diterima..
Ronny: Gak mungkin.. Kata temanku, dia udah married…
John: Hmmm.. Kisah cinta kita sama-sama pahit ya.. Cuma bedanya
           gw masih bisa membantu cinta gw buat menemukan cinta
           sejatinya..
Ronny: Menurut gw sih lo masih berpeluang mempertahankan..

Ronny belum menyelesaikan perkataannya, mendadak John mual dan muntah karena terlalu mabuk. Maklum.. Pertama kali John minum sampai mabuk..
Balik dari toilet, John pamit ke Ronny dan balik ke hotel..
Di dalam kamar hotel, Vina sudah tidur dengan lelapnya.
John pun langsung terlelap di sofa.

Paginya di restaurant hotel..

John: Vin.. Kamu baik-baik saja? Wajah kamu pucat..
Vina: (Tersenyum..)
John: (Memegang kening Vina dan kaget..)
           Astaga.. Kamu panas banget..
           Ayo habisin makanannya terus kembali ke kamar
           untuk istirahat..
Vina: Nggak John, aku mau melanjutkan pergi mencari Aldy..
John: Tapi kamu sakit Vin.. Kamu istirahat saja dulu, besok baru
           kita lanjutkan mencari Aldy.
Vina: (Dengan nada agak tinggi..) Nggak mau…..
John: Oke.. Oke.. Kalo gitu kita lanjutkan cari Aldy tapi kamu
           jangan terlalu memaksakan diri ya.. Sekarang kamu habisin
           dulu makanan kamu..
Vina: (Mulai makan..)
John: Semalam aku baru dari kafe yang lumayan gede, kemarin
          kita belum ke sana, ntar kita ke kafe itu dulu ya..
Vina: Kamu ngapain ke kafe malam?
John: Cuma minum dikit..
Vina: Kamu mabuk-mabukan???
John: Cuma pertama kali kok.. Janji lain kali nggak lagi..
          (Sambil tersenyum..)
Vina: Janji ya.. Aku gak suka lihat kamu seperti ini..
John: Iya..

Setelah selesai sarapan mereka lalu memulai pencarian lagi dan diawali dengan kafe yang John datangi semalam..

Sesampainya di kafe, mereka ke bar dan bertanya ke bartender..

John: Permisi Mas.. Disini ada yang namanya Aldy?
Bartender: Aldy? Kayaknya nggak ada deh..
Vina: Aldy itu vokalis band..
Bartender: Kalo vokalis band, yang ada itu namanya Panji, Herry,
                   Ronny dan Ricky..
Vina: Masa sih Mas gak ada yang namanya Aldy? Siapa tau pernah
          kerja di sini dan udah keluar atau baru masuk jadi Mas gak tahu..
          Tolong dong Mas cari tahu..
Bartender: Mbak.. Saya itu kenal baik dengan semua karyawan disini..
                   Setahuku gak ada yang namanya Aldy..
John: Oh.. Ya udah.. Terima kasih ya Mas..
Vina: (Tiba-tiba memegang perutnya..) John.. Aku mual..
John: Kamu ke toilet dulu deh, sini saya anterin..
Vina: Gak usah.. Saya sendiri aja.. Toilet-nya ke arah mana?
John: Oke.. Oke.. Kamu ke arah sana..
Vina: Oke John..

Vina langsung ke toilet dan John duduk menunggu di bar..
Tiba-tiba Ronny datang menghampiri John.

Ronny: Hei John.. Minum lagi? Hahahahaha..
John: Hei Ron.. Nggak kok.. Gw anterin istri gw buat nyari
          mantan pacarnya yang kemarin gw ceritain itu..
Ronny: Hahahaha.. Keren lo.. Mana istri kamu?
John: Lagi di toilet..
Ronny: Oooo.. Okedeh.. Gw latihan dulu ya..
             Ntar malam gw yang tampil..
John: Okedeh.. Sukses ya..

Di toilet..

Vina: (Sedang muntah di wastafel..)
Petugas Toilet: Mbak.. Maaf.. Mbak hamil ya?
Vina: Gak mungkinlah Mbak, aku belum pernah disentuh
           ama siapa-siapa.. Bahkan suamiku sendiri..
Petugas Toilet: Wow.. Ooooo..

Kemudian Vina keluar dari toilet dan ke bar..

John: Kamu baik-baik aja?
Vina: Iya.. Yuk kita ke kafe yang lain lagi..
John: Ayo..

Di luar pintu kafe, tiba-tiba Vina merasa pusing dan pingsan. John lalu mengangkatnya dan mencari taksi terus kembali ke hotel.

Di kamar hotel, Vina istirahat dan John menemani dari samping ranjang dengan posisi duduk di lantai kamar hotel. Berjam-jam Vina tertidur, John terus duduk menemaninya sambil sesekali mengganti kompres di kening Vina.

Keesokan paginya, setelah John pulang dari membeli makanan, John membangunkan Vina untuk sarapan.

Vina: Aduh John.. Kamu baik banget.. Ini khan makanan
          kesukaan aku..
John: Iya dong.. Aku khan suami kamu jadi aku tahu..
Vina: Tengkyu ya John.. Kamu baik banget..
John: Ngomong-ngomong.. Aku mau pergi ke apotik dulu ya..
Vina: Lho.. Kok gak sekalian tadi pas beli makanan?
John: Tadi apotiknya belum buka, katanya jam 9 baru buka..
Vina: Oooo.. Oke John.. Hati-hati ya..
John: Oke..

Sepulang dari apotik, ketika sedang berjalan masuk ke hotel, John bertemu dengan Ronny di restaurant hotel..

John: Hei Ron.. Ngapain lo disini?
Ronny: Hei John.. Kebetulan ketemu.. Gw lagi nunggu Boss gw..
             Katanya ntar sore gw harus manggung di Surabaya..
John: Wah.. Keren juga lo ya, manggung sampai ke luar kota..
Ronny: Yah.. Namanya juga rezeki.. Diambil dong..

Setelah beberapa saat ngobrol, Ronny akhirnya pamit karena Boss-nya sudah datang.

Ronny: John.. Gw pergi dulu ya..
             Tuh Boss gw udah datang lagi mo check out..
John: Oke Ron.. Hati-hati ya..
Ronny: Sampai jumpa ya..
John: Yah kalo berjodoh bakal ketemu lagi.. Hahahaha..

Ronny gak sadar kalo bukunya tertinggal di meja makan. John melihat buku itu dan mau mengembalikannya ke Ronny tapi Ronny sudah tidak kelihatan lagi. Akhirnya John kembali ke kamarnya. Vina sedang menonton televisi dan John langsung duduk di sofa sambil membaca buku Ronny.

Vina: Buku apa itu?
John: Ini punya temanku tadi ketemu di bawah, ketinggalan..
           Pas aku mau balikin, dia udah gak ada.. Kayaknya ini buku
           lagu-lagu karangannya..
Vina: Oh ya?? Bagus gak lagu-lagunya?
John: Lumayan bagus lho.. Nih aku bacakan satu ya..

~~~~~~~~~~
Ketika aku duduk di keheningan malam
Suara denting senar gitarmu indah menemani diriku
Nyanyian puisi yang engkau lantunkan
Membuat aku serasa berada di surga keindahan

Kini..
Aku hanya seorang diri di keheningan malam
Tiada lagi dentingan suara indah di telingaku
Karena dirimu telah pergi menghilang dari hidupku

Aku berharap suatu saat nanti
Bila memang Tuhan berkehendak
Dan bila jodoh kita bisa bersama
Aku ingin bertemu dirimu kembali

Aku ingin bersamamu
Mendengarkan indahnya suara denting senar gitarmu
Nyanyian puisi untuk diriku
Yang tidak akan pernah aku lupakan
~~~~~~~~~~

Vina: (Tersentak kaget..) John.. Itu buku milik siapa??
John: Punya temanku.. Ronny.. Dia vokalis di kafe yang
           kemarin terakhir kita datangin.
Vina: John.. Tadi itu khan isi dari surat cinta terakhir yang
          aku berikan buat Aldy.. Coba aku lihat bukunya..
John: (Memberikan buku ke Vina..)
Vina: (Membaca buku itu dan mulai meneteskan air mata..)
          John.. Ini benar-benar punya Aldy..
John: Kalo gitu, ayo kita ke kafe yang kemarin, siapa tahu
          ini punya teman Ronny.. Kamu segera mandi dan ganti baju..
          Aku tunggu..

Vina pun bergegas bersiap-siap dan setelah selesai, mereka langsung menuju ke kafe yang terakhir mereka datangi..

Di kafe, mereka mencari pengurus kafe dan bertanya tentang Ronny..

John: Maaf ya Mas.. Saya mau tanya.. Di sini ada vokalis
          yang bernama Aldy gak?
Pengurus: Aldy? Gak ada tuh..
John: Mas.. Buku ini milik temanku yang bernama Ronny..
           Dia di sini kerja sebagai vokalis.. Di buku ini ada sesuatu
           yang seharusnya milik Aldy.. Mas yakin gak ada yang bernama
           Aldy?
Pengurus: Oh itu khan buku catatan lagu Ronny.. Ronny mungkin tahu
                  siapa Aldy.. Tadi dia ke sini mencari buku itu tapi gak dia
                  temukan.. Ronny sekarang udah ke Surabaya.. Satu jam
                  yang lalu dia baru berangkat ke stasuin kereta..

Si pengurus kafe terdiam sejenak dan berpikir..

Pengurus: Ntar ya Mas.. Saya ambil buku biodata karyawan dulu..
                  (Kemudian pergi ke dalam kantornya)
Vina: John.. Apa mungkin Ronny itu Aldy?
John: Sepertinya gak mungkin..
 
Pengurus kafe kembali..

Pengurus: Maaf ya.. Saya baru ingat.. Aldy itu nama lain dari Ronny..
                  Saya baru baca biodatanya dan ingat waktu pertama kali
                  dia melamar kerja dan diterima, dia gak mau memakai
                  nama Aldy karena katanya ingin melupakan masa lalu..

John dan Vina pun kaget dan mereka pamit untuk segera pergi ke stasuin kereta..

Dalam perjalanan..

Vina: John.. Akhirnya kita menemukan Aldy..
John: Semoga kita masih sempat sampai ke stasuin..
           Menurut pengurus tadi, satu jam lagi keretanya berangkat..

Di stasuin kereta.. John dan Vina ke counter tiket..

John: Mas.. Kereta ke Surabaya udah jalan belum?
Penjual Tiket: Oh.. Belum.. Dua puluh menit lagi berangkat.. Mau beli karcis?
John: Iya Mas.. Saya beli satu karcis..
Vina: (Kaget karena John hanya membeli satu karcis..)

Setelah membayar, mereka menuju ke pintu keberangkatan..

John: Vin.. Kamu hati-hati ya selama perjalanan..
Vina: John.. Kenapa kamu tidak ikut?
John: Aku gak apa-apa.. Yang penting kamu menemukan
          cinta sejati kamu, aku sudah bahagia..
Vina: Tapi.. Bagaimana dengan Papa dan Mama?
John: Kamu tenang saja.. Nanti aku yang ngomong dengan mereka..
          Aku bisa membuat mereka paham demi kebahagiaan
          kamu Vin.. Nih obat kamu.. Jangan lupa diminum ya sesuai
          catatan yang tertulis. Di Surabaya nanti, jangan telat makan
          dan jaga kondisi badan kamu.. Oke?
Vina: (Terharu dan kemudian memeluk John)
          John.. Kamu baik banget..
          Terima kasih ya udah mencintai aku setulus ini..
John: Iya Vin.. Cinta itu bagaimana melihat orang yang kamu cintai
          bisa bahagia walaupun itu adalah tidak bersamanya..

Kemudian Vina pun pamit dari John dan menuju kereta..

Ketika Vina telah hilang dari pandangannya, John balik ke hotel seorang diri..

Setibanya di hotel, John mempersiapkan barang-barangnya untuk check out dari hotel.. 

Ting tong.. (Terdengar suara bel kamar dan pintu dibuka..)

Roomboy: Pak.. Bisa saya bantu bawain barangnya?
John: Iya.. Ini tiga koper, dibawa ke depan receptionist ya..
Roomboy: Oke Pak..
                   (Kemudian keluar membawa koper-koper..)

John terduduk di kasur dan merenungkan apa yang sudah dia lewati. Sesaat muncul egois dalam hatinya yang mengatakan bahwa dia salah ketika harus mengijinkan Vina mengejar orang lain. Tapi sekali lagi nuraninya berkata: “Cinta adalah bagaimana melihat dia bahagia walaupun itu adalah tidak bersamanya..”
John pun tersenyum dan merasa inilah yang terbaik untuk semuanya..

Ting tong.. (Terdengar suara bel kamar dan pintu dibuka..)

John: Mas.. Khan udah saya bilang, kopernya disimpan di reception..
         (kata-katanya terhenti dan kaget..)
Vina: John..
John: Lho.. Kok kamu ada disini? Bukannya kamu harusnya ke
          Surabaya? Tadi keretanya udah berangkat ya?
Vina: Nggak John.. Aku gak akan kemana-mana..
John: Kenapa? Kamu khan seharusnya sedang mengejar
          cinta sejati kamu..
Vina: Tidak John.. Cinta yang selama ini harus aku kejar, sebenarnya
          ada di hadapanku.. Aku tidak perlu mengejar cinta lagi karena
          cinta sejatiku sebenarnya adalah kamu.. Kamu sangat tulus
          kepadaku John.. Semua yang udah kamu lakukan ke aku, itu
          sudah sangat membuktikan bahwa kamulah yang terbaik yang
          Tuhan kirimkan buat diriku.. Kamulah cinta sejatiku..

(Mereka pun berpelukan..)

Vina: Aku berharap, cinta kita akan abadi selamanya..   

 

rose.jpg

Cinta Sejati akan abadi selamanya…