11.04.09
Ketika Aku Terluka Kembali…
Dear Diary…
Sekian lama aku tidak bercerita denganmu…
Maafkan aku karena aku melupakanmu ketika aku sudah bertemu dengan seseorang yang sangat aku cintai dan aku inginkan menjadi pendamping hidupku…
Sekarang dia telah pergi dari hidupku dan meninggalkan luka yang begitu dalam di hatiku…
Maafkan aku karena aku menemuimu hanya ketika hatiku sedang terluka dan bimbang…
Diary… 4 Juni 2009 kemarin aku berkenalan dengan seorang wanita… Dia begitu menyenangkan dan aku sangat senang bisa berkenalan dengan wanita seperti dirinya… Dia sangat perhatian, selalu mengkhawatirkan diriku, dan sangat sedih setiap kali aku ada dalam keadaan susah… 29 Juli 2009 aku menyatakan cintaku padanya dan memohon padanya untuk menjadi pasanganku, dia bersedia… Saat itu adalah saat terindah dalam hidupku karena pertama kalinya aku menembak seorang wanita… Bahkan dalam beberapa hari berikutnya, aku masih tidak percaya bahwa aku sedang hidup bahagia… Seperti yang kamu tau Diary, aku tidak pernah bahagia dalam hal cinta… Aku selalu merasakan sakit… Mulai dari sakit bercucuran air mata hingga sakit perih yang tak bisa mengeluarkan air mata lagi…
Tapi bersamanya, aku merasa sangat dihargai sebagai pria dan aku benar-benar merasakan yang namanya bahagia…
Hidupku mulai penuh dengan senyuman, aku tau kemana aku harus melangkah dan yang paling membahagiakan adalah aku tau bahwa akhirnya memang ada seseorang yang bisa mencintai aku apa adanya… Sebelum berkenalan dengannya, aku sudah tidak percaya kalau aku akan menemukan orang yang baik untuk menjadi pasanganku… Tapi Tuhan begitu baik mempertemukan kami…
Tapi sekarang semuanya sudah berubah… Kisah ini sudah berakhir sejak 5 Oktober 2009… Sangat singkat dan sangat tidak aku sangka bahwa impian hidup bersamanya selamanya berakhir hanya dalam 69 hari… Aku sangat naif…
Dia mengakhiri semuanya… Dia menghacurkan harapanku yang begitu besar terhadapnya…
Diary… Aku tau bahwa dia bukan orang yang jahat dan dia pasti memiliki alasan yang dia tidak mau katakan kepadaku…
Aku tau dia melakukan ini demi kebaikan kami berdua…
Tapi… Semua ini tidak mudah bagiku…
Bagaimana mungkin seorang manusia yang memiliki hati yang tulus berharap bisa menerima kenyataan bahwa orang yang dia yakini sudah meninggalkannya begitu saja…
Semua keindahan yang ada seolah-olah lenyap begitu saja…
Semua kenangan berdua seolah-olah hilang begitu saja…
Hanya tertinggal pada diriku seorang yang mau memperjuangkan kebahagiaan ini…
Diary… Apa mungkin saya bisa meluluhkan hatinya kembali suatu saat nanti?
Kita tau Diary bahwa ketika cinta telah berakhir, hampir mustahil untuk diperjuangkan kembali apalagi ketika wanita yang mengakhirinya…
Diary… Hari ini genap 5 bulan kami berkenalan dan besok sudah sebulan sejak dia mengakhiri semuanya, aku masih belum bisa bangkit dari kesedihan ini… Setiap kali ada sms yang masuk, aku tidak pernah berani langsung membacanya karena aku berdoa dalam hati dan berharap itu adalah sms dari dia… Setiap kali sedang naik motor dan handphone-ku bergetar, aku selalu berhenti dan segera memeriksa apabila dia yang menelpon… Setiap malam sebelum tidur, aku selalu ingin menelponnya untuk mendengarnya tidur… Setiap terbangun di pagi hari, aku selalu dengan semangat mengambil HP dan berharap ada sms dari dirinya… Setiap kali dia online, aku selalu menunggu dan berharap dia memanggilku… Setiap kali aku berada di kamar mandi, aku selalu berhalusinasi mendengar suara HP-ku berbunyi dengan nada dering yang aku khususkan untuknya… Setiap kali membuka Facebook, aku hanya punya satu tujuan yaitu homepage dia untuk mengetahui kabarnya, menyakitkan ketika tau bahwa dia telah mem-private banyak hal kepadaku… Setiap kali aku jalan dan melihat makanan yang enak, aku selalu ingin membeli makanan itu untuknya… Setiap kali aku melihat pernak-pernik perhiasan yang cantik dan pakaian yang bagus, aku ingin membelikan semua itu untuknya… Setiap kali aku sendirian mengendarai motorku, aku selalu membayangkan dia sedang ada di belakangku… Setiap kali aku hendak makan, aku selalu berkata dalam hati: “Makan dulu ya” dan berharap kalimat itu sampai ke hatinya… Apapun yang aku lakukan, aku tidak pernah melepaskan dia dari pikiranku…
Diary… Aku hanya bisa meneteskan air mata ketika aku hendak memejamkan mata di malam hari tanpa mendengar suaranya… Ketika aku terbangun di pagi hari, aku hanya bisa menghela nafas dan tertunduk lesu ketika tidak ada sms darinya lagi… Aku hanya bisa merasakan hati yang perih ketika aku menatap fotonya… Ribuan sms yang masih aku simpan, terkadang aku baca dengan air mata dan hati yang begitu teriris… Banyak hal yang ingin aku lakukan bersamanya… Tapi dia sudah tidak menginginkan hal itu lagi… Dia sering bersikap dingin dan tidak peduli terhadapku lagi… Aku sering bertanya-tanya pada diriku, bagaimana caranya hingga dia bisa dengan begitu mudah tidak peduli terhadapku lagi dan tertawa menikmati hari-harinya… Aku juga ingin bisa seperti dia yang tidak terpengaruh oleh rasa sedih ini…
Diary… Aku mengatakan padanya bahwa aku mau tulus dan rela melepasnya, tapi aku tidak mampu menyanggupi kata-kataku itu… Aku mengatakan padanya bahwa aku akan menunggunya hingga dia bisa kembali padaku lagi, tapi bukanlah sesuatu yang mudah ketika harus menunggu cinta yang telah pudar dari hatinya… Pernah ada yang bertanya padaku: “Gimana kalo ternyata nanti dia memberikan hatinya kepada orang lain, apa kamu bisa terima hal itu?”… Aku tidak tau harus menjawab apa… Aku tau bahwa cinta tidak dapat dipaksakan dan dia tumbuh dengan sendirinya… Aku gagal merawat cintanya dan kini aku kehilangan dirinya… Aku sangat menyesal dengan semua kesalahan yang sudah aku lakukan… Tapi semua tinggal penyesalan, aku telah diusir dari ruang cinta di hatinya… Saat ini aku hanya bisa berdoa dan berharap semoga bisa mendapat kesempatan yang kedua kalinya… Menunggu dan berharap kepada kebahagiaan yang aku impikan… Jika waktu yang aku tentukan untuk menunggunya telah habis dan dia tetap tidak berubah, mungkin saat itulah aku harus pasrah melepasnya dengan hati yang berat… Semoga Tuhan mendengarkan doaku…
Diary… Andai engkau adalah sosok yang nyata, aku ingin memelukmu saat ini karena aku sedang menangis dan aku butuh bahu untuk menampung air mataku…
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Syair Cinta Untuk Dia Yang Aku Cintai
Aku pernah melangkah dalam beribu kesalahan dalam hidup ini
Tapi aku tidak pernah menyesal melangkah ke dalam ruang cinta di hatimu
Aku menyesal atas sakit hati yang berulang-ulang di masa laluku
Tapi aku tidak pernah menyesal karena memasuki ruang cinta di hatimu
Walaupun engkau membuang diriku
Walaupun engkau meninggalkan diriku
Walaupun engkau meninggalkan perih dalam hatiku
Aku tetap bangga karena telah memberikan hatiku padamu
Aku tidak menyesal telah memberikan hatiku seutuhnya
Karena aku yakin kamulah yang pantas menerimanya
Aku tidak menyesal ketika hatiku ini engkau campakkan
Karena aku tulus memberikannya padamu
Aku tidak pernah menyesal dan aku bangga karena aku tulus mencintaimu…
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
PS:
Untuk pribadi yang aku cintai, apabila engkau membaca tulisanku ini, aku ingin engkau tau bahwa cintamu adalah hadiah terindah yang pernah aku miliki dalam hidupku hingga saat ini…
I Love You….
