05.30.09

Diary Masa Lalu (Sebuah kisah 12 tahun yang lalu) {Episode 2}

Posted in Diary, My Short Story at 5:07 am by Wandy Eka Pranata

Episode 2

Lima tahun telah berlalu dan aku telah menjalani banyak hal dalam diary cinta kehidupan ini. Ada yang datang dan pergi, meninggalkan kenangan yang indah dan buruk. Semua hal tersebut terus mengajarkan diriku tentang bagaimana menyikapi perasaan dan bagaimana layaknya menjadi seorang pria yang tidak menonjolkan kelemahannya. Proses kehidupan memang tidaklah mudah tetapi bila dijalani dengan semangat pengharapan yang tinggi, semua pasti akan terasa begitu menyenangkan.

Suatu hari di tahun 2007, ketika aku sedang browsing friendster, seperti biasa dengan bosan melihat profile teman-teman, membaca bulletin board, mengisi testimonial/comment ke profile teman, tiba-tiba aku teringat kepadanya. Sebuah kisah di masa lalu yang pernah aku lewatkan. Kemudian aku mencoba untuk mencari namanya lewat situs pencarian google dan hasilnya nihil. Aku mencoba mencari namanya di search engine friendster, hasilnya tetap nihil. Mungkin memang dia bukan bagian dari sesuatu yang harus aku pikirkan lagi. Dan aku pun kembali melanjutkan aktivitas yang membosankan.

Tanpa aku sengaja, ketika sedang melihat profile temanku, aku terkejut. Aku melihat fotonya terpasang bersama temanku. Seketika itu aku pun langsung semangat dan kembali mencarinya. Yess…. Aku menemukannya… Pemilik mata dan senyum yang dulu pernah menceriakan hari-hariku. Aku langsung melihat foto-fotonya sambil tersenyum sendirian. Dia telah banyak berubah, semakin dewasa dan semakin cantik. Tetapi senyum manis dan tatapannya tetap seperti dulu.

Agak sedikit kecewa ketika melihat statusnya bahwa dia sudah memiliki kekasih Itu adalah hal yang wajar bagi wanita seperti dia. Sudah pasti banyak lelaki yang terpesona oleh kecantikannya. Aku tidak dapat berbuat apa-apa mengenai hal ini. Menyapanya pun tidak sanggup kulakukan. Setelah aku meng-add dia menjadi teman di jaringan friendsterku, aku tidak melakukan apa-apa lagi dan berlalulah semuanya.

Suatu hari ketika aku sedang pulang ke daerahku (Makassar) untuk berlibur, aku berjalan dengan Mama-ku di Mal Ratu Indah. Sebuah Mal yang bukan tergolong elit tetapi sangat nyaman untuk mengisi perut yang kosong ini. Tujuan kami saat itu adalah ke kedai kopi yang bernama Excelso. Ketika langkah kakiku sedang mengantarku ke sana, aku terkaget dan sangat terkejut melihat apa yang ada di hadapanku. Ya, wanita itu sedang berjalan dari kejauhan dan kami saling melihat. Oh Tuhan… Entah ini hanya imajinasiku atau bukan tetapi aku melihatnya seperti hendak tersenyum menyapaku. Saat itu seolah-olah lingkungan sekitarku menjadi sepi tanpa suara dan mataku hanya terpaku pada tatapannya. Segera aku menyadarkan diriku dengan berkedip beberapa kali dan aku sadar bahwa ketika itu dia sedang berjalan bersama seorang lelaki. Mungkin lelaki itu adalah pasangannya. Entahlah..

Aku kemudian memalingkan pandanganku ke arah Mama-ku yang ketika itu menanyakan sesuatu kepadaku. Dan ketika aku kembali berpaling padanya, dia telah berbelok arah dan langkahnya menjauh dariku. Aku menatapnya dari belakang hingga dia menghilang dari pandanganku. Hari itu adalah hari terakhir aku melihatnya. Hatiku tersenyum dalam senyap dan berkata: “Selamat tinggal Novike, kamu adalah wanita dengan keindahan yang hanya bisa kukagumi dari jauh. Andai Tuhan mengizinkan aku untuk mengenalmu lebih jauh. Andai saja…

- The End -

Cinta adalah perasaan yang mengubah bumi menjadi surga dan mengubah kehidupan menjadi mimpi yang indah…


Someone

05.22.09

Diary Masa Lalu (Sebuah kisah 12 tahun yang lalu) {Episode 1}

Posted in Diary, My Short Story at 4:39 am by Wandy Eka Pranata

Episode 1

Saat itu aku memasuki sekolah di pagi hari. Keadaan masih sepi dan hanya beberapa murid yang tiba sepagi itu. Aku masuk ke kelas dan menuju ke bangku di baris kedua dari belakang. Dia sudah ada di kelas dan sedang duduk melamun seorang diri. Aku hanya menatapnya sekilas dengan wajahku yang tetap diam kalem tetapi hatiku tersenyum dan berdebar. Ketika itu dia duduk tepat di belakangku dan hari yang kulewati selalu ceria karena aku berada di dekatnya.

Pertama kali melihatnya ketika menjadi murid baru di SMP. Dia sekelas denganku dan duduk dibaris paling belakang. Seorang gadis yang berwajah tenang, senyumnya manis lembut dan pembawaannya kalem. Dengan rambut yang panjang dan indah, dia memiliki tinggi yang sama denganku. Aku masih sangat muda dan tidak mengerti kenapa degup jantungku serasa kacau ketika menatap matanya.

Hari demi hari yang aku lewati selalu kusempatkan untuk menatapnya walaupun itu hanya semenit. Posisi pilihan bangkunya yang selalu berada di paling belakang selalu membuatku susah untuk menengok ke belakang. Apalagi saat sekolah dulu aku sering duduk di barisan paling depan. Barulah ketika aku kelas 3, aku meminta kepada wali kelas untuk memberikan tempat duduk yang berdekatan dengannya. Tentu saja tidak ada siapapun yang mengetahui maksudku ini.

Aku tidak pernah melakukan apapun untuk menarik perhatiannya karena aku sudah merasa senang ketika bisa menatap dia sekali saja. Ketika dia tersenyum, ketika dia melamun, ketika dia fokus memperhatikan guru yang sedang mengajar, matanya yang indah seolah-olah membuat waktu berhenti berjalan. Aku sangat menyukai moment itu.
Ada sebuah kejadian yang masih saya ingat jelas sampai hari ini. Waktu kami kelas 3, ketika dia duduk di belakangku. Saat itu kami sedang mengerjakan sebuah soal dari guru. Saya sedang fokus mengerjakan soal dan ketika saya selesai, saya bersandar dan sangat kaget. Saat itu dia sedang menatap ke arah buku catatanku. Jarak mataku ke matanya hanya sekitar 10cm. Oh My God…. Itu ada 2 detik terlama dalam hidupku…

Kemudian kami lulus SMP dan tetap berada dalam SMU yang sama. Aku tetap tidak mengerti apa yang aku rasakan sampai hari itu.  Ketika kami lulus dan aku pindah ke Jakarta. Aku mulai merasakan ada yang kurang dalam keseharianku. Yah.. Aku tidak dapat melihat mata itu lagi, aku tidak dapat melihat senyum itu lagi. Sejak saat itu aku mulai membiasakan diri untuk tidak memikirkannya lagi. Hingga ketika aku mengerti apa yang dinamakan Cinta. Aku mencari keberadaannya. Aku bertanya kepada teman-teman tentang keberadaannya. Nihil.. Tidak ada yang pernah melihatnya lagi. Dia pun hilang dalam penyesalanku.

To be continued…

n1406798259_155358_2705

05.08.09

Romantika Cinta Sejati (Episode 3)

Posted in Diary, Short Story at 1:59 pm by Wandy Eka Pranata

Keesokan harinya ketika berada di kampus, Wandy seperti biasa main ke kelas Novi tapi hari itu dia tidak masuk kelas. Dia bertanya pada temannya tentang ketidak hadiran Novi saat itu dan temannya bilang entah kenapa, hari ini si Novi tidak bisa dihubungi. Dan sejak itu, Wandy tidak bisa menghubungi Novi lagi. Ada yang mengatakan bahwa Novi telah pindah ke luar negeri, ada yang mengatakan bahwa Novi telah menikah dan hidup di daerah lain. Bagi Wandy, Novi telah mengajarkan banyak hal tentang bagaimana menerima cinta tanpa berkaca dari kisah cinta masa lalu karena tidak semua kisah cinta itu akan berakhir sama.

Saat ini Wandy bekerja di sebuah Music Cafe sebagai seorang Manajer yang bertanggung jawab mengurus segala hal di Cafe itu. Cafe tersebut lumayan terkenal karena rasa makanannya yang lezat dan live musiknya yang romantis. Hingga suatu hari, tanpa dia sangka, ada seorang wanita yang datang ke Cafe tersebut untuk reservasi. Wanita tersebut seorang diri. Karena saking sibuknya menghitung bon di kasir, Wandy tidak bisa memperhatikannya dengan jelas. Setelah urusannya selesai, Wandy bertanya pada bagian reservasi, siapa wanita yang tadi memesan tempat. Ternyata dia menggunakan nama cowok sebagai pemesan. Dia memesan tempat buat besok malam. Wandy hanya tersenyum, dalam hatinya berkata: “Wajarlah… Besok khan valentine, siapapun pasti gak mau rencananya berantakan jadi pasti reservasi lebih awal“.

Keesokan harinya yang merupakan hari Valentine merupakan hari yang sangat sibuk di Cafe tersebut, banyak pasangan muda yang berdatangan untuk melewati Valentine bersama kekasih mereka. Wandy sebagai manajer pun tidak kalah sibuk. Apalagi sebagai manajer. Tapi dia tetap penasaran terhadap wanita berparas cantik kemarin yang memesan meja di barisan depan panggung musik. Pemesanannya untuk puluk 18.00 tapi sampai pukul 20.00 dia belum juga muncul. Ketika Wandy hendak menutup reservasinya dan memberikannya kepada orang lain, tiba-tiba muncullah wanita tersebut. Dari pintu mereka disambut oleh pelayan dan dipersilahkan duduk, Wandy merasa seperti mengenal wanita ini. Wandy pun mendatangi mejanya untuk melayani dan merekomendasikan menu di Cafe-nya.

Alangkah terkejutnya dia ketika sadar bahwa wanita itu adalah Novi. Novi pun tersentak kaget dan beberapa saat mereka berpandangan. Hanya 3 detik tapi bagi mereka rasanya seperti 1 jam bertatapan. Mereka saling tersenyum dan kemudian bersikap seolah-olah tidak mengenal. Empat tahun telah berlalu sejak malam Valentine itu dan tanpa disangka mereka bisa bertemu lagi. Mereka telah saling memahami karena Novi datang bersama seorang pria di hari Valentine itu. Pria yang nampaknya sangat mapan dan bisa diandalkan. Setelah selesai melayani mereka, Wandy pun berpamitan dan melakukan rutinitasnya. Sesekali Novi melayangkan pandangannya ke arah Wandy yang sibuk bekerja. Wandy pun demikian sesekali melayangkan pandangannya ke arah Novi.

Malam semakin larut dan ketika Wandy melihat bahwa Novi dan pasangannya sudah menyelesaikan makanan mereka, dia pun naik ke panggung musik dan berkata: “Saya ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk para pasangan yang sedang menikmati Valentine… Lagu ini lebih spesial buat seseorang di masa laluku. Saya belum sempat berterima kasih padanya karena telah mengajarkan begitu banyak hal kepada saya.
Kemudian mulailah musik melantun..

====================================
Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang t’lah hilang darimu
Yang mampu menyanjungku

Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itupun aku mampu untuk mengenangmu

Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati
( Bagiku engkaulah… cinta sejati )

Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku

Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupmu
Yang t’lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah

(Popularized by Samsons)
====================================

Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Wandy melihat Novi dan pasangannya beranjak dari meja mereka dan pulang. Wandy terus menatap ke arah Novi. Dan sebelum Novi keluar dari pintu Cafe tersebut, dia memandang ke arah Wandy dan tersenyum. Sangat tersirat dalam senyumannya bahwa dia ingin mengatakan: “Terima kasih ya Wan buat kenangan terindah yang pernah loe berikan buat gue dulu“. Novi pun menghilang dari pandangannya. Tidak lama kemudian, salah satu karyawan Cafe memanggil Wandy dan memberikan sebuah kartu yang ditinggalkan di meja Novi tadi. Sebuah kartu yang di bagian depannya tertulis “Untuk Wandy”. Kartu ini biasa digunakan di Cafe untuk request lagu. Isinya singkat: “i will always love you..“. Wandy pun tersenyum.

-The End-

Definiton Of Love is You

(P.S. Cerita ini hanyalah sebuah fiksi yang terinspirasi dari lagu Samsons – Kenangan Terindah)

05.01.09

Romantika Cinta Sejati (Episode 2)

Posted in Diary, Short Story at 11:34 am by Wandy Eka Pranata

Malam itu pun tiba. Wandy dan Novi memasuki kawasan Ancol dan ketika tiba di dermaga Le Bridge, Novi begitu terkejut. Sepanjang jembatan dermaganya begitu banyak bunga bertebaran dengan lilin di sisi jembatan yang berbaris seolah-olah menuntun langkah mereka ke tempat makan tersebut. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata Wandy telah mem-booking tempat itu untuk mereka berdua saja. Novi sangat tersentuh dan terharu campur bahagia. Malam itu pun menjadi malam yang sangat indah buat mereka berdua.

Tepat pukul 22.00 di hari Valentine itu, Wandy pun menyatakan isi hatinya kepada Novi. Dengan sebuah kalung liontin dia bertanya: “Nov… Kita sudah kenal selama 3 bulan. Lebih tepatnya lagi 96 hari. Selama itu saya gak pernah bisa lewatin hari-hariku tanpa rindu ama kamu. Saya gak pernah merasa sebahagia dan senyaman ini terhadap seorang wanita. Saya punya kenangan masa lalu yang buruk terhadap wanita tapi sejak kenal ama kamu, kamu bisa menghapus semua kenangan buruk itu. Kamu mau gak jadi pacar dan pasangan hidupku? Saya janji saya tidak akan pernah kecewakan kamu.

Novi pun mulai meneteskan air matanya. Sebuah tangis yang tertahan dalam hati. Setelah beberapa saat, dia pun menjawab: “Wan.. Sejak awal kita kenalan, gue udah tertarik ama loe. Kita kenalan itu bukan karena kebetulan tapi karena teman-teman gue yang rencanain semuanya. Sekarang gue jujur ke loe, waktu itu hidup gue sangat monoton, gue gak ngerasa bahagia ama semua yang udah dilakuin ama keluarga gue. Loe harus tau Wan, gue itu udah dijodohin ama keluarga gue. Ini bukan kehendak gue tapi gue gak punya pilihan. Teman-teman gue gak setuju ama rencana keluarga gue karena cowok itu walaupun udah sangat mapan tapi umurnya 15 tahun di atas gue. Teman-teman gue berharap kalo gue bisa dapat pacar, mungkin keluarga gue bakal ngerti. Tapi ternyata mereka marah karena tau gue lagi dekat dengan kamu. Gue selalu sembunyiin setiap pertemuan kita dari keluarga gue. Seandainya malam ini gue nerima loe jadi pacar, gue yakin loe pasti akan setia ama gue tapi gue gak bisa ngelawan keluarga gue Wan. Maaf ya Wan.. Gue gak bisa..

Wandy hanya bisa tertunduk dan terdiam. Hatinya sangat sedih dan kecewa tapi dia tetap berusaha terlihat tegar.
Nov… Bagaimana kalo kita coba dulu jalanin, siapa tau di kemudian hari keluarga kamu bisa mengerti dan luluh dengan hubungan kita.

Novi menggeleng dan menjawab: “Gak bisa Wan dan sebaiknya kita jangan mencoba hal-hal yang mustahil. Kakak gue dua-duanya juga dijodohin dan mereka dulu berjuang setengah mati demi pacar mereka saat itu, tapi mereka tidak berhasil, ada beberapa hal dalam keluarga gue yang loe bakal gak bisa pahami dan itu rahasia keluarga gue. Wan.. Loe itu orangnya baik, gue yakin loe pasti bisa menemukan yang lebih baik daripada gue. Yang penting loe ingat, masa lalu loe yang buruk itu jangan kamu jadiin kenangan lagi. Itu yang bikin loe gak pernah bahagia. Gak semua kok cewek seperti itu. Oke Wan?

Wandy pun mengangguk dan tersenyum. “Oke Nov kalo gitu.. Saya mengerti. Semoga malam ini bisa jadi kenangan buat saya melangkah ke depan lagi. Ini liontin buat kamu, disimpan ya sebagai kenang-kenangan dari saya. Oke? Jangan ditolak ya. Yuk kita habisin makanan ini terus kita pulang, kamu khan udah harus sampai di rumah sebelum jam 12.

Satu jam terakhir berdua mereka lewati dengan canda gurau seperti biasanya dan ketika waktu telah menunjukkan tepat pukul 23.00. Mereka dengan berat hati mulai melangkah keluar.

Novi: Wan… Tadi gue udah sms teman gue buat jemput. Dia udah ada di depan nungguin. Gue gak mau kamu yang anterin pulang.
Wandy: Lho… Kenapa Nov? Saya yang anterin khan gak masalah.
Novi: Nggak Wan… Jangan ya.. Please… Biar gue ngelihat kamu dan keindahan malam ini sampai di sini aja. Semua ini sempurna banget buat gue. Biar gue tinggalkan dengan kenangan seperti ini. Loe berdiri di sini ya sampai gue menghilang dari pendangan loe. Please.. Permintaan terakhir gue jangan loe bantah..
Wandy: Tapi Nov… Kita khan bukan mau berpisah selamanya…
Novi: Please ya Wan… Gue cuma minta ini aja untuk yang terakhir kalinya…

Wandy heran dengan maksud Novi tapi dia pun memenuhinya. Novi memeluknya dan kemudian perlahan-lahan pergi melewati jembatan yang penuh dengan taburan bunga itu dan kemudian menghilang dari pandangan Wandy. Ketika sampai di rumahnya, Novi memperhatikan liontin pemberian Wandy dan ternyata di dalamnya ada foto dari photobox ketika hari pertama mereka hang out berdua. Saat itu mereka foto di photobox Timezone. Selesailah hari Valentine saat itu.

To be continued…

love-card-10