03.18.09
Sebuah Coretan Puisi Mengenai Cinta
Tak pernah kumengerti arti cinta yang sesungguhnya
Tak pernah kusangka aku terluka olehnya
Tak pernah kuinginkan untuk berakhir
Tak pernah kuharapkan akan terjadi
Saat terakhir kurelakan
Engkau pergi meninggalkanku
Tanpa berbalik engkau melangkah yakin
Meninggalkan pilu tak terobati
Aku hidup tanpa dirimu
Aku berjalan tanpa cintamu
Seorang diri aku belajar menerimanya
Kenyataan sebuah realita yang menyakitkan
Kini engkau bersamanya
Dengan bangga kau memujanya
Membandingkannya dengan diriku
Menghancurkan kepercayaanku padamu
Tak sedikitpun aku menduga
Kau telah menduakanku sedari dulu
Bersandiwara setia di hadapanku
Berselingkuh hati di belakangku
Membara hati mengenangmu
Terasa sakit kau permainkan
Kebodohan tulusnya hatiku
Berhasil kau manfaatkan dengan sempurna
Kucoba terima dengan berat hati
Mengatakan maaf yang tak pantas untukmu
Maaf yang tak layak kau terima
Maaf yang tak seharusnya aku layangkan
Mencoba kumenerima
Sebuah realita yang menyakitkan
Kebodohanku dipermainkan olehmu
Kebodohanku dimanfaatkan olehmu
Semua telah berakhir
Dan aku percaya seiring waktu
Luka yang dalam ini akan sembuh
Sembuh dengan sendirinya
Puncak khayalan cintaku
Telah hilang dari pandanganku
Lekang oleh waktu
Lenyap entah kemana
Kembali kujalani perjalanan yang datar ini
Mencari sebuah puncak kebahagiaan
Yang layak untuk kudaki
Demi menemukan arti cinta yang sebenarnya
(Wandy Eka Pranata)
