01.31.09
Sidang, Karir Sahabat dan Masa Depan…

Wah… Akhirnya tanggal itu muncul juga.. Setelah sekian lama menjalani banyak hal baik dan buruk, akhirnya hari itu muncul juga… 10 Februari 2009… 4 hari sebelum hari penuh cinta…
Apakah itu akan menjadi hari yang membahagiakan atau menyedihkan?
Entah… Semoga saja itu menjadi hari yang bahagia supaya tepat 4 hari kemudian saya bisa merayakan hari cinta dengan membagi-bagian coklat… Hahahahahaha….
Ketika mereka sedang ngobrol, saya hanya mendengarkan karena saya tidak bisa masuk ke topik pembicaraan mereka. Ketika mereka sedang ngobrol, saya merenungkan betapa saya tertinggal dalam banyak hal. Ketika mereka mengobrol, saya merasa pengen seperti mereka yang sudah mulai berdiri di atas kemampuan masing-masing. Dengan kemampuan mereka masing-masing, mereka bergelut dengan karir mereka demi hasil yang lebih baik dari hari ke hari. Ada yang setiap hari penuh dengan tekanan pekerjaan yang banyak, ada yang nyantai-nyantai tapi tetap mendapatkan gaji karena pekerjaan mereka memang lebih nyantai, ada yang masih dalam tahap perjuangan mendapatkan yang lebih baik, ada yang katanya udah jago menghadapi para klien mulai dari yang cupu hingga yang ahli dalam job mereka, ada yang kerjanya pulang pergi Indonesia – Singapore, dan masih banyak lagi dari mereka yang punya pengalaman masing-masing. Satu hal yang saya kagum, tidak satupun dari mereka yang karirnya terhambat atau mengalami masalah serius. Hmm.. Saya berada diantara orang-orang yang benar hidupnya dan syukurlah itu bisa jadi tolak ukur bagi kualitas hidupku. Menjadi seorang diri dalam perjalanan itu bukanlah yang menyenangkan, akan lebih baik ketika ada seorang atau sekelompok teman untuk berbagi. Dengan berbagi dan menceritakan pengalaman masing-masing, secara gak langsung kita telah memberi andil terhadap pengalaman hidup orang lain.
Setelah saya menyelesaikan kuliahku, kemana saya akan melangkah? Apakah mengejar penghasilan terlebih dahulu atau langsung segera sekolah cheff agar lebih hemat waktu? Waktu yang saya buang di perkuliahan sudah terlalu banyak.. Jika saya langsung sekolah lagi, kemanakah saya harus menuntut ilmu? Tetap di Jakarta? Ke China? Ke Singapore? Australia? New Zealand? Wow… Sepertinya saya melihat satu hal yang kurang dari rencana ini.. Uang.. Uang.. Uang..
Ahh… Lebih baik saya fokus untuk sidang terlebih dahulu. Lagipula ada baiknya saya menyelesaikan satu hal besar sebelum memulai hal besar lainnya..
Wish me luck…