04.20.07
Sebuah Perjalanan Yang Berat……
Blog…
Diary… Oh Diary…
Udah lama banget gak isi diary ini… Terhitung 11 bulan sejak 22 Mei 2006…
Keadaan yang tidak baik…
Seperti biasanya dalam 3minggu belakangan ini, saya gak bisa bobo dan selalu tertidur jam 6 pagi.. Apa yang terjadi? Ada apa dengan diriku? Hmmm… Cerita yang sangat panjang dan sangat melelahkan untuk saya hadapi selama 7tahun… Saya selalu terhambat oleh permasalahan yang satu ini. Seperti sebuah mobil yang sedang berjalan di jalan yang penuh dengan polisi tidur dan lubang yang dalam. Oh my God, saya hanyalah sebuah mobil tua yang lemah dan tidak kuat untuk melewatinya dengan sempurna… Guncangan demi guncangan ketika melewati polisi tidur, sentakan demi sentakan ketika melewati lubang-lubang yang dalam… Entah sampai dimana jalan ini akan berakhir.. Terkadang aku mengira aku telah melewati rintangan di jalan itu, tapi ternyata masih ada rintangan yang lebih berat lagi…
Cinta dan perasaan…
Ya… Ini semua tentang cinta dan perasaan… 6 Juni 2006, setelah hamper 6 tahun aku menjalani pengalaman cinta yang sangat buruk, akhirnya aku menemukan akhir dari semua penderitaan itu… Aku begitu bahagia.. Aku mendengar dirinya mengatakan bahwa dia sayang pada diriku… Oh my God… Seumur hidup, itu adalah pertama kalinya aku mendengar ada yang mengatakan sayang pada diriku dengan begitu tulus dan jujur.. Aku diterima apa adanya dengan segala keburukanku… Aku merasakan kebahagiaan saat itu…. Inikah akhir dari penderitaanku?
Tidak… Belum ada akhir dari penderitaan….
Ternyata semua tidak berjalan semudah apa yang aku bayangkan… Rintangan kembali datang dan aku yang pada saat itu bersama dengan Pangeran Cinta (diriku sendiri), berjuang untuk menghadapinya bersama-sama… Setiap hari aku lalui dengan air mata, senyum dibalik tangis dari lubuk hati yang terdalam dan doa agar Bapa mau menguatkan aku selalu… Aku perjuangkan apa yang aku yakini sebagai seseorang yang sangat bisa membuat aku menjadi maksimal… Sangat tidak mudah untuk meluluhkan hatinya… Sejujurnya, ini adalah pertama kalinya aku begitu berjuang untuk memenangkan hati orang yang aku sayangi… Air mata, isak tangis, iringan nada-nada cinta, perih di hati, dan nasihat-nasihat Mama dan teman-temanku adalah semua yang menemani aku untuk terus berjuang untuk memenangkan apa yang telah aku yakini… Hanya itukah yang aku alami?
Tidak… Penolakan dan ketidak jelasan adalah hal yang paling menyakitkan…
Terkadang aku diterima, terkadang aku ditolak dan terkadang aku digantung dalam sebuah tanda tanya yang besar akan isi hatinya kepadaku… Aku berusaha melakukan apa saja yang bisa membuat dia bahagia, aku berjuang sekuat mungkin untuk memperoleh semua yang menurutku akan membuat dia bisa sedikit saja untuk membuka pintu hatinya untuk diriku ini… Sering kali aku putus asa dan berpikir untuk mundur.. Tetapi aku tak mampu untuk mundur dari apa yang telah aku yakini… Aku mau untuk berjuang agar bisa berada dalam ruang di hatinya… Ya.. Ruang cinta dalam hatinya…
Enam bulan kemudian…
Aku memperoleh kemenangan…
Ya… Kemenangan atas cinta yang telah aku perjuangkan selama 6 bulan… Aku begitu bahagia ketika dia pada akhirnya mau menerima diriku.. Oh Tuhan… Perjuangan yang sangat menyakitkan… Aku sangat merayakan kemenangan ini… Inilah akhir dari jalan yang penuh rintangan itu… Aku telah berada di jalan yang rata dan mulus… Aku bisa berpacu lagi dengan kencang menuju akhir dari jalan ini…
Hingga suatu saat…
Tanpa aku sadari… Ketika sedang berpacu mengejar akhir dari jalan ini, aku tersentak dan kaget… Di depanku begitu banyak rintangan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya… Oh my God… Apa ini? APA INI??? Aku terus bertanya kepada Tuhan… Apa yang terjadi? Kenapa ada rintangan seperti ini?? Ternyata ini belumlah akhir dari penderitaan yang selama lebih dari 6 tahun aku hadapi… Ini adalah awal dari rintangan yang lebih berat lagi… Aku harus kehilangan dirinya untuk alasan yang “pada awalnya” sangat tidak bisa aku terima… Oh my God… Kenapa aku harus merasakan sakit ini kembali? Dan kenapa sakit kali ini lebih sakit dari sakit yang sebelumnya? Rintangan ini telah menghancurkan diriku… Kini aku hanyalah sebuah mobil yang penuh dengan kerusakan yang parah dan masih berjalan dengan tersendat-sendat untuk mengakhiri perjalanan ini…
Terpisah…
Aku terpisah dari dirinya… Saat ini aku harus terpisah dengan sangat berat… Perjuanganku untuk mendapatkannya kembali tidak menghasilkan apa-apa.. Aku hanya seorang diri menghadapi semuanya… Dia pun tidak melakukan apa-apa untuk menolongku… Aku sangat kecewa dan tidak bisa menerima bahwa seseorang yang begitu aku percaya dan sayangi, membiarkan aku seperti ini dan tega melihat aku hancur perlahan-lahan… Inikah sayang yang dia katakan selama ini? Inikah cinta yang dia bisikkan padaku selama ini? Inikah janji setia yang dia selalu katakan padaku selama ini? Aku merasa dikhianati… Aku sangat kecewa dan terpukul… Aku menjadi buta dan tidak bisa menerima semuanya… Kuliahku terlantar, skripsiku kini ada diujung tanduk dan sedang dalam proses untuk dibatalkan oleh pihak kampus karena sudah tidak dikerjakan lagi sejak masalah ini menghantam hidupku… Aku kini tanpa masa depan yang jelas…Aku bercerita ke beberapa orang… Aku curhat ke beberapa orang… Aku meluapkan isi hatiku ke beberapa orang… Orang-orang yang saya percaya bisa mengerti isi hatiku, orang-orang yang saya percaya bahwa mereka mengerti akan apa yang namanya cinta yang tulus… Dan selain orang-orang itu, aku bercerita pada dirinya juga.. Ya.. Dirinya yang aku sayangi… Namun apa yang terjadi? Ternyata tidak ada yang mengerti apa isi hatiku yang sebenarnya… Bahkan dia yang saya percayai tau semua isi hatiku, ternyata tidak mengerti…. Aku merasa benar-benar putus asa…. Saat itu, genaplah 7 tahun aku hancur dalam masalah ini…
Entah apalagi..
Kuperbuat..
Meyakinkan engkau…
Seribu satu cara…
Kukerahkan…
(lantunan lagu yang saat ini sedang aku dengarkan: Ada Band – 1001 Cara)
Hanya saja…
Aku masih yakin bahwa dia tidak sekejam itu… Aku tidak yakin dengan perasaanku karena dia telah mengatakan bahwa dia tidak tau apakah bisa setia terhadap diriku lagi… (Janji setia telah dia langgar lewat perkataannya itu…). Tapi dari dalam hatiku, aku merasakan bisikan bahwa dia “masih sayang dan sangat mengharapkan saya bisa berubah menjadi lebih baik agar di masa depan hubungan kami bisa lebih baik lagi”. Entahlah.. Saya tidak yakin dengan bisikan kecil ini… Apakah ini juga yang ada di dalam hatinya? Entahlah…
Hingga suatu hari…
Aku mendapat penjelasan (bukan dari dia sendiri) mengenai apa yang telah dia tempuh sampai harus melepaskan saya… Aku mulai mengerti apa yang menjadi prioritasnya… Aku akhirnya mengerti dan mau menerima keputusannya… Apakah aku tulus melepaskannya? Tentu saja tidak… Dari semua yang telah kami lalui, sangatlah tidak mudah untuk melepaskan orang yang saya sayangi… Sekalipun dia menjadi milik orang lain pada akhirnya dan saya menjadi milik orang lain juga, saya yakin bahwa saya tidak akan pernah melupakan kenangan yang telah kami lewati… Kini, saya hanya berpegang pada janji setianya… Ya… Janji yang bagi saya begitu indah dan bisa membuatku tersenyum dan kuat bila mengingatnya… Saya sebenarnya ragu, apakah setelah semua ini berlalu, apakah dia akan tetap memiliki perasaan suka terhadap diriku… Itu yang sangat saya takutkan apabila hilang dari hatinya… Aku pernah mencintai seseorang dengan sangat tulus… Tapi belum pernah aku mencintai dengan perasaan tulus seperti sekarang ini… Sangat tulus dan belum pernah aku rasakan sebelumnya…
Tak akan terganti…
Setiap kenangan yang telah terukir…
Namun teramat indah dan melekat di hati…
Akankah berakhir…
Semua rasa yang telah tercipta…
Di dalam benakku dan di dalam asaku…
(lantunan lagu yang sedang kudengarkan saat ini: Samsons – Akhir Rasa Ini)
Sekarang…
Aku bisa menerima apa yang dia putuskan… Ini tidak mudah bagi saya dan dia… Tapi ada target yang akan kami capai… Ya target yang lebih indah dan lebih mulia dibandingkan mempertahankan hubungan ini… Aku yakin, setelah proses ini selesai… Dia tidak lagi mencintai diriku dengan kasih asmara… Tapi dengan kasih yang lebih baik dari kasih manapun yaitu Kasih Agape… Jujur saja, banyak yang menganggap dan yakin bahwa apa yang telah kami tempuh, akan membuat kami bisa kehilangan kenangan-kenangan indah kami… Kenangan itu tidak hilang tapi menjadi kenangan yang biasa-biasa saja… Aku tidak tau apakah itu akan terjadi dengan dirinya… Dia pun tidak yakin akan bisa tetap setia kepadaku… Mungkin saja ada yang lebih baik daripada diriku, datang dalam hidupnya dan berhasil memenangkan hatinya… Entahlah… Bagi saya sendiri, saya akan tetap menunggunya sambil berjuang hidup maksimal… Saya akan menunggunya dan tidak membuka hatiku bagi cinta yang mencoba mengetuk pintu hatiku… Mampukah aku? Aku tidak yakin apakah aku mampu, tapi aku yakin bahwa kenangan bersamanya adalah sebuah penguatan yang sangat memampukan aku untuk terus bisa mengagumi keindahan yang ada pada dirinya… Aku dan dia tidak boleh berkomunikasi lagi, dan saat aku sedang berjuang untuk tidak menelpon, sms bahkan YM atau mail dia… Sangat berat… Sangat tidak berperasaan… Mungkin juga tragis… Begitulah kata orang-orang mengenai keadaan ini… Tapi aku percaya… Matahari terbit di balik gunung setelah malam berlalu, begitu juga kebahagiaan akan datang ketika proses yang berat ini telah berlalu… Aku yang telah menabur dengan tangis dan air mata, akan menuai dengan kebahagiaan dan kebanggaan…
Menatap indahnya senyuman di wajahmu…
Membuatku terdiam dan terpaku…
Mengerti akan hadirnya cinta terindah…
Saat kau peluk mesra tubuhku…
Banyak kata yang tak mampu kuungkapkan kepada dirimu…
(lantunan lagu yang lagi di dengarkan Ungu – Tercipta Untukku)
Kata Mama-ku… Sebuah nasihat yang sangat memberi aku penguatan…
“Dia khan sudah janji untuk setia… Kalo gitu, nanti lihat saja… Kalo ternyata dia tetap setia sampe kalian maried, bersyukurlah karena kesetiaannya… Itu artinya dia jodohmu… Tapi kalo ternyata dia malah jadian dengan cowok lain suatu saat nanti, tetap bersyukur juga karena Tuhan perlihatkan bahwa itu bukan jodohmu karena melupakan janji setia kalian dan memilih cowok lain… Lebih baik begitu daripada dipaksa sampe married ternyata dia malah selingkuh, khan lebih menyakitkan lagi… Jangan menjadi orang bodoh karena cinta… Masih banyak cewek di luar sana… Jangan hancur gara-gara satu cewek saja…”
Aduh Mama… Nasihat awalnya sih memang menguatkan… Tapi nasihat terakhirnya itu… Hahahahahahaha… Cewek memang banyak, tapi yang bisa menerima saya apa adanya itu tidak banyak… Yang bisa menguatkan saya dalam rohani itu tidak banyak, yang bisa membuat saya lebih berani sekarang itu tidak banyak, yang bisa mendukung saya kuliah sampe IP sementara bisa 3,50 dan 3,00 itu tidak banyak padahal sebelumnya paling tinggi cuma 2.70… Itulah beberapa hal yang dia yang sudah dia lakukan ke saya sejauh ini…
Akhir kata….
Apakah aku harus terpuruk dengan hal ini? Entahlah… Seharusnya tidak… Hanya saja aku sering merasa kesepian tanpa dirinya… Saya pengen cerita ke dia saya sedang ngapain aja hari ini… Ketika sedang senang-senang, saya pengen beritahu dia kalo saya lagi senang, kalo lagi berbeban berat, saya pengen beritau dia kalo saya lagi sedih… Saya juga sering mengkhawatirkan dirinya… Apa yang sedang dia lakukan? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sedang tertawa? Atau nangis karena tertekan? Atau pusing karena kuliah? Atau lagi pusing hadapin para teman cowoknya yang sedang pedekate ke dia? Atau lagi mengalami masalah dengan internet saat mau kirim tugas yang tenggat waktunya dah mau abis? Entahlah… Itu yang harus aku hadapi… Beruntung aku punya teman-teman yang mendukung diriku saat lagi tertekan seperti ini… Ko Burham yang mengerti 100% keadaanku, Alekxs si Wedus Berkaos Kaki, Ronald “1686” Djaman Dahulu, Antun Si Telunjuk Geli-Geli, Adrian Petani, Habibie yang sifatnya 90% sama dengan saya, dan teman-teman yang lain… Saya tidak menonjol di kumpulan mereka, tapi setidaknya hanya mereka yang membuat saya lebih baik… Saya tidak tau apa itu sahabat, saya tidak pernah merasa punya sahabat… Mungkin saat ini, saya telah menemukan sahabat yang secara langsung menghibur saya… Banyak yang menghibur saya waktu lagi sedih, tapi tidak banyak yang benar2 memahami apa yang saya rasakan… Thank’s for all my friends…. Hmm.. Maybe Best Friends, isn’t it?
Kan kujadikan kau kenangan…
Yang terindah dalam hidupku…
Namun takkan mudah bagiku…
Meninggalkan jejak hidupmu…
Yang tlah terukir abadi…
Sebagai kenangan yang terindah…
(lantunan lagu yang sedang didengarkan Samsons – Kenangan Terindah)
Wah… Udah ngetik 5 halaman Word… Hahahahaha…. Ini di copy paste ke blog, muat gak ya… Ck ck ck…