12.03.09
Di Tepi Pantai…
Dear Diary…
Aku sedang liburan ke kota kelahiranku, Makassar. Sudah cukup lama aku tidak pulang ke rumah sejak september tahun lalu. Kota ini ternyata sudah cukup maju dan berkembang lumayan pesat. Sempat terpikir olehku untuk kembali ke kota ini saja untuk merajut jalan kehidupanku. Sempat terpikir tapi seperti yang kita tahu, bukan itu yang aku inginkan.
Diary, saat ini perasaanku sedang gusar. Aku bingung menghadapi sikap mantanku yang teramat sangat tidak peduli terhadapku lagi. Bahkan ketika aku tidak menghubunginya lagi, dia pun tidak menghubungiku. Apakah benar perasaannya telah mati terhadapku? Seandainya itu benar terjadi, aku tak tahu lagi harus berbuat apa untuk memenangkan hatinya. Mengapa bisa cinta yang pernah ada dan begitu dalam bisa hilang dengan sekejap dari hatinya?
Diary, kamu tahu bahwa aku pernah begitu dalam terluka oleh keadaan ini. Sekarang perasaanku perlahan telah sembuh walaupun aku masih sering memantau keadaan dia setiap hari. Aku masih merindukan suaranya yang lembut, tawanya yang lucu dan manja sikapnya ke diriku. Setiap malam hingga saat ini aku masih selalu tertidur dalam bayang-bayang harapan bahwa dirinya akan kembali padaku suatu saat nanti. Sungguh sebuah mimpi yang naïf dan hanya menyakiti pengharapanku.
Diary, belakangan ini aku menghabiskan waktu bersama keluarga dan saudara-saudaraku. Aku banyak belajar hal-hal tentang kehidupan. Selama ini aku berjalan di sisi yang salah dalam menempuh kehidupanku. Aku terlalu takut kehilangan sesuatu, terlalu takut memulai sesuatu dan terlalu sempurna merencanakan sesuatu. Andai saja aku menjalaninya dengan santai dan apa adanya, mungkin beban ini tidak akan seberat apa yang aku rasakan saat ini. Anda aku tidak terlalu banyak berandai-andai. Aku harus belajar meingkatkan rasa percaya diriku dan lebih bekerja keras dalam menjalani hidup ini. Dua hal itu adalah yang aku dapatkan selama liburan ini.
Cinta tidak boleh dipaksakan karena dengan memaksakan cinta, maka aku telah merebut kebahagiaan wanita yang aku cintai. Berat aku rasakan ketika harus merelakan semua ini berakhir oleh kesalahanku sendiri. Tidak ada kesempatan kedua dan seolah-olah terhapus begitu saja. Aku adalah pria yang harus tegar menghadapi hal ini karena aku telah terbiasa sejak sembilan tahun yang lalu. Berani mencintai berarti harus kuat ketika dibenci. Berani jatuh cinta berarti harus kuat dan tegar ketika kehilangan cinta. Berani setia berarti harus tahan ketika dikhianati. Berani serius dalam sebuah hubungan berarti harus sanggup untuk rela ketika dicampakkan begitu saja. Karena begitulah cinta, datang dan pergi sesuka hatinya tanpa disangka-sangka. Bagaikan petir yang tidak diketahui kapan akan menyambar, tiba-tiba sudah menyambar ke bumi ini. Tidak ada cinta yang abadi di dunia ini. Cinta itu semu dan bisa hilang sewaktu-waktu. Hanya “kasih” yang abadi dan bisa bertahan lama.
Mungkinkah aku akan menemukan wanita dalam mimpiku yang bisa mencintai dengan kasihnya yang begitu tulus terhadapku?
Di Tepi Pantai
Desiran ombak di pantai
Riuh menggulung ke tepian
Di bawah langit yang kelabu
Mendung melingkupi sekitarku
Angin bertiup dengan sejuknya
Membawa aroma lautan
Merasuk ke tubuhku
Hingga menenangkan jiwaku
Sang surya yang semakin terbenam
Perlahan hilang di ufuk barat
Sinarnya yang meredup
Menyambut malam yang hendak menyongsong
Di sini aku duduk seorang diri
Menikmati indahnya suasana ini
Dengan lantunan lagu instrumen lembut
Aku gambarkan karya Tuhan yang indah ini
11.04.09
Ketika Aku Terluka Kembali…
Dear Diary…
Sekian lama aku tidak bercerita denganmu…
Maafkan aku karena aku melupakanmu ketika aku sudah bertemu dengan seseorang yang sangat aku cintai dan aku inginkan menjadi pendamping hidupku…
Sekarang dia telah pergi dari hidupku dan meninggalkan luka yang begitu dalam di hatiku…
Maafkan aku karena aku menemuimu hanya ketika hatiku sedang terluka dan bimbang…
Diary… 4 Juni 2009 kemarin aku berkenalan dengan seorang wanita… Dia begitu menyenangkan dan aku sangat senang bisa berkenalan dengan wanita seperti dirinya… Dia sangat perhatian, selalu mengkhawatirkan diriku, dan sangat sedih setiap kali aku ada dalam keadaan susah… 29 Juli 2009 aku menyatakan cintaku padanya dan memohon padanya untuk menjadi pasanganku, dia bersedia… Saat itu adalah saat terindah dalam hidupku karena pertama kalinya aku menembak seorang wanita… Bahkan dalam beberapa hari berikutnya, aku masih tidak percaya bahwa aku sedang hidup bahagia… Seperti yang kamu tau Diary, aku tidak pernah bahagia dalam hal cinta… Aku selalu merasakan sakit… Mulai dari sakit bercucuran air mata hingga sakit perih yang tak bisa mengeluarkan air mata lagi…
Tapi bersamanya, aku merasa sangat dihargai sebagai pria dan aku benar-benar merasakan yang namanya bahagia…
Hidupku mulai penuh dengan senyuman, aku tau kemana aku harus melangkah dan yang paling membahagiakan adalah aku tau bahwa akhirnya memang ada seseorang yang bisa mencintai aku apa adanya… Sebelum berkenalan dengannya, aku sudah tidak percaya kalau aku akan menemukan orang yang baik untuk menjadi pasanganku… Tapi Tuhan begitu baik mempertemukan kami…
Tapi sekarang semuanya sudah berubah… Kisah ini sudah berakhir sejak 5 Oktober 2009… Sangat singkat dan sangat tidak aku sangka bahwa impian hidup bersamanya selamanya berakhir hanya dalam 69 hari… Aku sangat naif…
Dia mengakhiri semuanya… Dia menghacurkan harapanku yang begitu besar terhadapnya…
Diary… Aku tau bahwa dia bukan orang yang jahat dan dia pasti memiliki alasan yang dia tidak mau katakan kepadaku…
Aku tau dia melakukan ini demi kebaikan kami berdua…
Tapi… Semua ini tidak mudah bagiku…
Bagaimana mungkin seorang manusia yang memiliki hati yang tulus berharap bisa menerima kenyataan bahwa orang yang dia yakini sudah meninggalkannya begitu saja…
Semua keindahan yang ada seolah-olah lenyap begitu saja…
Semua kenangan berdua seolah-olah hilang begitu saja…
Hanya tertinggal pada diriku seorang yang mau memperjuangkan kebahagiaan ini…
Diary… Apa mungkin saya bisa meluluhkan hatinya kembali suatu saat nanti?
Kita tau Diary bahwa ketika cinta telah berakhir, hampir mustahil untuk diperjuangkan kembali apalagi ketika wanita yang mengakhirinya…
Diary… Hari ini genap 5 bulan kami berkenalan dan besok sudah sebulan sejak dia mengakhiri semuanya, aku masih belum bisa bangkit dari kesedihan ini… Setiap kali ada sms yang masuk, aku tidak pernah berani langsung membacanya karena aku berdoa dalam hati dan berharap itu adalah sms dari dia… Setiap kali sedang naik motor dan handphone-ku bergetar, aku selalu berhenti dan segera memeriksa apabila dia yang menelpon… Setiap malam sebelum tidur, aku selalu ingin menelponnya untuk mendengarnya tidur… Setiap terbangun di pagi hari, aku selalu dengan semangat mengambil HP dan berharap ada sms dari dirinya… Setiap kali dia online, aku selalu menunggu dan berharap dia memanggilku… Setiap kali aku berada di kamar mandi, aku selalu berhalusinasi mendengar suara HP-ku berbunyi dengan nada dering yang aku khususkan untuknya… Setiap kali membuka Facebook, aku hanya punya satu tujuan yaitu homepage dia untuk mengetahui kabarnya, menyakitkan ketika tau bahwa dia telah mem-private banyak hal kepadaku… Setiap kali aku jalan dan melihat makanan yang enak, aku selalu ingin membeli makanan itu untuknya… Setiap kali aku melihat pernak-pernik perhiasan yang cantik dan pakaian yang bagus, aku ingin membelikan semua itu untuknya… Setiap kali aku sendirian mengendarai motorku, aku selalu membayangkan dia sedang ada di belakangku… Setiap kali aku hendak makan, aku selalu berkata dalam hati: “Makan dulu ya” dan berharap kalimat itu sampai ke hatinya… Apapun yang aku lakukan, aku tidak pernah melepaskan dia dari pikiranku…
Diary… Aku hanya bisa meneteskan air mata ketika aku hendak memejamkan mata di malam hari tanpa mendengar suaranya… Ketika aku terbangun di pagi hari, aku hanya bisa menghela nafas dan tertunduk lesu ketika tidak ada sms darinya lagi… Aku hanya bisa merasakan hati yang perih ketika aku menatap fotonya… Ribuan sms yang masih aku simpan, terkadang aku baca dengan air mata dan hati yang begitu teriris… Banyak hal yang ingin aku lakukan bersamanya… Tapi dia sudah tidak menginginkan hal itu lagi… Dia sering bersikap dingin dan tidak peduli terhadapku lagi… Aku sering bertanya-tanya pada diriku, bagaimana caranya hingga dia bisa dengan begitu mudah tidak peduli terhadapku lagi dan tertawa menikmati hari-harinya… Aku juga ingin bisa seperti dia yang tidak terpengaruh oleh rasa sedih ini…
Diary… Aku mengatakan padanya bahwa aku mau tulus dan rela melepasnya, tapi aku tidak mampu menyanggupi kata-kataku itu… Aku mengatakan padanya bahwa aku akan menunggunya hingga dia bisa kembali padaku lagi, tapi bukanlah sesuatu yang mudah ketika harus menunggu cinta yang telah pudar dari hatinya… Pernah ada yang bertanya padaku: “Gimana kalo ternyata nanti dia memberikan hatinya kepada orang lain, apa kamu bisa terima hal itu?”… Aku tidak tau harus menjawab apa… Aku tau bahwa cinta tidak dapat dipaksakan dan dia tumbuh dengan sendirinya… Aku gagal merawat cintanya dan kini aku kehilangan dirinya… Aku sangat menyesal dengan semua kesalahan yang sudah aku lakukan… Tapi semua tinggal penyesalan, aku telah diusir dari ruang cinta di hatinya… Saat ini aku hanya bisa berdoa dan berharap semoga bisa mendapat kesempatan yang kedua kalinya… Menunggu dan berharap kepada kebahagiaan yang aku impikan… Jika waktu yang aku tentukan untuk menunggunya telah habis dan dia tetap tidak berubah, mungkin saat itulah aku harus pasrah melepasnya dengan hati yang berat… Semoga Tuhan mendengarkan doaku…
Diary… Andai engkau adalah sosok yang nyata, aku ingin memelukmu saat ini karena aku sedang menangis dan aku butuh bahu untuk menampung air mataku…
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Syair Cinta Untuk Dia Yang Aku Cintai
Aku pernah melangkah dalam beribu kesalahan dalam hidup ini
Tapi aku tidak pernah menyesal melangkah ke dalam ruang cinta di hatimu
Aku menyesal atas sakit hati yang berulang-ulang di masa laluku
Tapi aku tidak pernah menyesal karena memasuki ruang cinta di hatimu
Walaupun engkau membuang diriku
Walaupun engkau meninggalkan diriku
Walaupun engkau meninggalkan perih dalam hatiku
Aku tetap bangga karena telah memberikan hatiku padamu
Aku tidak menyesal telah memberikan hatiku seutuhnya
Karena aku yakin kamulah yang pantas menerimanya
Aku tidak menyesal ketika hatiku ini engkau campakkan
Karena aku tulus memberikannya padamu
Aku tidak pernah menyesal dan aku bangga karena aku tulus mencintaimu…
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
PS:
Untuk pribadi yang aku cintai, apabila engkau membaca tulisanku ini, aku ingin engkau tau bahwa cintamu adalah hadiah terindah yang pernah aku miliki dalam hidupku hingga saat ini…
I Love You….

05.30.09
Diary Masa Lalu (Sebuah kisah 12 tahun yang lalu) {Episode 2}
Episode 2
Lima tahun telah berlalu dan aku telah menjalani banyak hal dalam diary cinta kehidupan ini. Ada yang datang dan pergi, meninggalkan kenangan yang indah dan buruk. Semua hal tersebut terus mengajarkan diriku tentang bagaimana menyikapi perasaan dan bagaimana layaknya menjadi seorang pria yang tidak menonjolkan kelemahannya. Proses kehidupan memang tidaklah mudah tetapi bila dijalani dengan semangat pengharapan yang tinggi, semua pasti akan terasa begitu menyenangkan.
Suatu hari di tahun 2007, ketika aku sedang browsing friendster, seperti biasa dengan bosan melihat profile teman-teman, membaca bulletin board, mengisi testimonial/comment ke profile teman, tiba-tiba aku teringat kepadanya. Sebuah kisah di masa lalu yang pernah aku lewatkan. Kemudian aku mencoba untuk mencari namanya lewat situs pencarian google dan hasilnya nihil. Aku mencoba mencari namanya di search engine friendster, hasilnya tetap nihil. Mungkin memang dia bukan bagian dari sesuatu yang harus aku pikirkan lagi. Dan aku pun kembali melanjutkan aktivitas yang membosankan.
Tanpa aku sengaja, ketika sedang melihat profile temanku, aku terkejut. Aku melihat fotonya terpasang bersama temanku. Seketika itu aku pun langsung semangat dan kembali mencarinya. Yess…. Aku menemukannya… Pemilik mata dan senyum yang dulu pernah menceriakan hari-hariku. Aku langsung melihat foto-fotonya sambil tersenyum sendirian. Dia telah banyak berubah, semakin dewasa dan semakin cantik. Tetapi senyum manis dan tatapannya tetap seperti dulu.
Agak sedikit kecewa ketika melihat statusnya bahwa dia sudah memiliki kekasih Itu adalah hal yang wajar bagi wanita seperti dia. Sudah pasti banyak lelaki yang terpesona oleh kecantikannya. Aku tidak dapat berbuat apa-apa mengenai hal ini. Menyapanya pun tidak sanggup kulakukan. Setelah aku meng-add dia menjadi teman di jaringan friendsterku, aku tidak melakukan apa-apa lagi dan berlalulah semuanya.
Suatu hari ketika aku sedang pulang ke daerahku (Makassar) untuk berlibur, aku berjalan dengan Mama-ku di Mal Ratu Indah. Sebuah Mal yang bukan tergolong elit tetapi sangat nyaman untuk mengisi perut yang kosong ini. Tujuan kami saat itu adalah ke kedai kopi yang bernama Excelso. Ketika langkah kakiku sedang mengantarku ke sana, aku terkaget dan sangat terkejut melihat apa yang ada di hadapanku. Ya, wanita itu sedang berjalan dari kejauhan dan kami saling melihat. Oh Tuhan… Entah ini hanya imajinasiku atau bukan tetapi aku melihatnya seperti hendak tersenyum menyapaku. Saat itu seolah-olah lingkungan sekitarku menjadi sepi tanpa suara dan mataku hanya terpaku pada tatapannya. Segera aku menyadarkan diriku dengan berkedip beberapa kali dan aku sadar bahwa ketika itu dia sedang berjalan bersama seorang lelaki. Mungkin lelaki itu adalah pasangannya. Entahlah..
Aku kemudian memalingkan pandanganku ke arah Mama-ku yang ketika itu menanyakan sesuatu kepadaku. Dan ketika aku kembali berpaling padanya, dia telah berbelok arah dan langkahnya menjauh dariku. Aku menatapnya dari belakang hingga dia menghilang dari pandanganku. Hari itu adalah hari terakhir aku melihatnya. Hatiku tersenyum dalam senyap dan berkata: “Selamat tinggal Novike, kamu adalah wanita dengan keindahan yang hanya bisa kukagumi dari jauh. Andai Tuhan mengizinkan aku untuk mengenalmu lebih jauh. Andai saja…“
- The End -
Cinta adalah perasaan yang mengubah bumi menjadi surga dan mengubah kehidupan menjadi mimpi yang indah…

05.22.09
Diary Masa Lalu (Sebuah kisah 12 tahun yang lalu) {Episode 1}
Episode 1
Saat itu aku memasuki sekolah di pagi hari. Keadaan masih sepi dan hanya beberapa murid yang tiba sepagi itu. Aku masuk ke kelas dan menuju ke bangku di baris kedua dari belakang. Dia sudah ada di kelas dan sedang duduk melamun seorang diri. Aku hanya menatapnya sekilas dengan wajahku yang tetap diam kalem tetapi hatiku tersenyum dan berdebar. Ketika itu dia duduk tepat di belakangku dan hari yang kulewati selalu ceria karena aku berada di dekatnya.
Pertama kali melihatnya ketika menjadi murid baru di SMP. Dia sekelas denganku dan duduk dibaris paling belakang. Seorang gadis yang berwajah tenang, senyumnya manis lembut dan pembawaannya kalem. Dengan rambut yang panjang dan indah, dia memiliki tinggi yang sama denganku. Aku masih sangat muda dan tidak mengerti kenapa degup jantungku serasa kacau ketika menatap matanya.
Hari demi hari yang aku lewati selalu kusempatkan untuk menatapnya walaupun itu hanya semenit. Posisi pilihan bangkunya yang selalu berada di paling belakang selalu membuatku susah untuk menengok ke belakang. Apalagi saat sekolah dulu aku sering duduk di barisan paling depan. Barulah ketika aku kelas 3, aku meminta kepada wali kelas untuk memberikan tempat duduk yang berdekatan dengannya. Tentu saja tidak ada siapapun yang mengetahui maksudku ini.
Aku tidak pernah melakukan apapun untuk menarik perhatiannya karena aku sudah merasa senang ketika bisa menatap dia sekali saja. Ketika dia tersenyum, ketika dia melamun, ketika dia fokus memperhatikan guru yang sedang mengajar, matanya yang indah seolah-olah membuat waktu berhenti berjalan. Aku sangat menyukai moment itu.
Ada sebuah kejadian yang masih saya ingat jelas sampai hari ini. Waktu kami kelas 3, ketika dia duduk di belakangku. Saat itu kami sedang mengerjakan sebuah soal dari guru. Saya sedang fokus mengerjakan soal dan ketika saya selesai, saya bersandar dan sangat kaget. Saat itu dia sedang menatap ke arah buku catatanku. Jarak mataku ke matanya hanya sekitar 10cm. Oh My God…. Itu ada 2 detik terlama dalam hidupku…
Kemudian kami lulus SMP dan tetap berada dalam SMU yang sama. Aku tetap tidak mengerti apa yang aku rasakan sampai hari itu. Ketika kami lulus dan aku pindah ke Jakarta. Aku mulai merasakan ada yang kurang dalam keseharianku. Yah.. Aku tidak dapat melihat mata itu lagi, aku tidak dapat melihat senyum itu lagi. Sejak saat itu aku mulai membiasakan diri untuk tidak memikirkannya lagi. Hingga ketika aku mengerti apa yang dinamakan Cinta. Aku mencari keberadaannya. Aku bertanya kepada teman-teman tentang keberadaannya. Nihil.. Tidak ada yang pernah melihatnya lagi. Dia pun hilang dalam penyesalanku.
To be continued…

05.08.09
Romantika Cinta Sejati (Episode 3)
Keesokan harinya ketika berada di kampus, Wandy seperti biasa main ke kelas Novi tapi hari itu dia tidak masuk kelas. Dia bertanya pada temannya tentang ketidak hadiran Novi saat itu dan temannya bilang entah kenapa, hari ini si Novi tidak bisa dihubungi. Dan sejak itu, Wandy tidak bisa menghubungi Novi lagi. Ada yang mengatakan bahwa Novi telah pindah ke luar negeri, ada yang mengatakan bahwa Novi telah menikah dan hidup di daerah lain. Bagi Wandy, Novi telah mengajarkan banyak hal tentang bagaimana menerima cinta tanpa berkaca dari kisah cinta masa lalu karena tidak semua kisah cinta itu akan berakhir sama.
Saat ini Wandy bekerja di sebuah Music Cafe sebagai seorang Manajer yang bertanggung jawab mengurus segala hal di Cafe itu. Cafe tersebut lumayan terkenal karena rasa makanannya yang lezat dan live musiknya yang romantis. Hingga suatu hari, tanpa dia sangka, ada seorang wanita yang datang ke Cafe tersebut untuk reservasi. Wanita tersebut seorang diri. Karena saking sibuknya menghitung bon di kasir, Wandy tidak bisa memperhatikannya dengan jelas. Setelah urusannya selesai, Wandy bertanya pada bagian reservasi, siapa wanita yang tadi memesan tempat. Ternyata dia menggunakan nama cowok sebagai pemesan. Dia memesan tempat buat besok malam. Wandy hanya tersenyum, dalam hatinya berkata: “Wajarlah… Besok khan valentine, siapapun pasti gak mau rencananya berantakan jadi pasti reservasi lebih awal“.
Keesokan harinya yang merupakan hari Valentine merupakan hari yang sangat sibuk di Cafe tersebut, banyak pasangan muda yang berdatangan untuk melewati Valentine bersama kekasih mereka. Wandy sebagai manajer pun tidak kalah sibuk. Apalagi sebagai manajer. Tapi dia tetap penasaran terhadap wanita berparas cantik kemarin yang memesan meja di barisan depan panggung musik. Pemesanannya untuk puluk 18.00 tapi sampai pukul 20.00 dia belum juga muncul. Ketika Wandy hendak menutup reservasinya dan memberikannya kepada orang lain, tiba-tiba muncullah wanita tersebut. Dari pintu mereka disambut oleh pelayan dan dipersilahkan duduk, Wandy merasa seperti mengenal wanita ini. Wandy pun mendatangi mejanya untuk melayani dan merekomendasikan menu di Cafe-nya.
Alangkah terkejutnya dia ketika sadar bahwa wanita itu adalah Novi. Novi pun tersentak kaget dan beberapa saat mereka berpandangan. Hanya 3 detik tapi bagi mereka rasanya seperti 1 jam bertatapan. Mereka saling tersenyum dan kemudian bersikap seolah-olah tidak mengenal. Empat tahun telah berlalu sejak malam Valentine itu dan tanpa disangka mereka bisa bertemu lagi. Mereka telah saling memahami karena Novi datang bersama seorang pria di hari Valentine itu. Pria yang nampaknya sangat mapan dan bisa diandalkan. Setelah selesai melayani mereka, Wandy pun berpamitan dan melakukan rutinitasnya. Sesekali Novi melayangkan pandangannya ke arah Wandy yang sibuk bekerja. Wandy pun demikian sesekali melayangkan pandangannya ke arah Novi.
Malam semakin larut dan ketika Wandy melihat bahwa Novi dan pasangannya sudah menyelesaikan makanan mereka, dia pun naik ke panggung musik dan berkata: “Saya ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk para pasangan yang sedang menikmati Valentine… Lagu ini lebih spesial buat seseorang di masa laluku. Saya belum sempat berterima kasih padanya karena telah mengajarkan begitu banyak hal kepada saya.“
Kemudian mulailah musik melantun..
====================================
Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang t’lah hilang darimu
Yang mampu menyanjungku
Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itupun aku mampu untuk mengenangmu
Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati
( Bagiku engkaulah… cinta sejati )
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupmu
Yang t’lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah
(Popularized by Samsons)
====================================
Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Wandy melihat Novi dan pasangannya beranjak dari meja mereka dan pulang. Wandy terus menatap ke arah Novi. Dan sebelum Novi keluar dari pintu Cafe tersebut, dia memandang ke arah Wandy dan tersenyum. Sangat tersirat dalam senyumannya bahwa dia ingin mengatakan: “Terima kasih ya Wan buat kenangan terindah yang pernah loe berikan buat gue dulu“. Novi pun menghilang dari pandangannya. Tidak lama kemudian, salah satu karyawan Cafe memanggil Wandy dan memberikan sebuah kartu yang ditinggalkan di meja Novi tadi. Sebuah kartu yang di bagian depannya tertulis “Untuk Wandy”. Kartu ini biasa digunakan di Cafe untuk request lagu. Isinya singkat: “i will always love you..“. Wandy pun tersenyum.
-The End-

(P.S. Cerita ini hanyalah sebuah fiksi yang terinspirasi dari lagu Samsons – Kenangan Terindah)
